Home Top Ad

Responsive Ads Here

Servasius Bambang Pranoto adalah orang yang menemukan dan membuat minyak kutus kutus. Bambang, adalah sapaannya meracik minyak tersebut kare...

Awal Mula Produksi Minyak Kutus Kutus


Servasius Bambang Pranoto adalah orang yang menemukan dan membuat minyak kutus kutus. Bambang, adalah sapaannya meracik minyak tersebut karena ingin sembuh dari sakitnya yang dikarenakan kecelakaan. Bambang terperosok ke jurang saat hendak mengambil kangkung di sawah. Alhasil kedua kakinya sempat lumpuh. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2011. Namun beliau tidak putus asa dan tidak pula kecewa. Dengan terinspirasi meracik minyak yang terbuat dari bahan seadanya di rumah dan pekarangan rumahnya, Bambang mengambil berbagai tanaman obat dan bahan lainnya, lalu diracik menjadi sebuah ramuan atau jamu untuk menyembuhkan sakitnya.


Dilansir dari tribun news, Rabu (5/12/18) Bambang mengatakan, "Sakit itu yang ada di diri kita. Yang mengatakan diri kita perlu perhatian. Setelah perenungan panjang saya berinisiatif membuat minyak. Kenapa saya membuat minyak? Karena pengalaman waktu kecil kalau sakit apa dikasih minyak. Dan dinamakan minyak kutus kutus." Dan minyak tersebut setelah beliau gunakan selama 3 bulan akhirnya menyembuhkan lumpuhnya. Kemudian minyak tersebut dipakai oleh kerabat dekat yang anaknya mengalami sembelit atau susah buang air besar selama 3 hari memakai berbagai obat tidak sembuh-sembuh. Namun setelah menggunakan minyak kutus kutus, sembelit nya sembuh dan BAB nya lancar.


"Teman di Bandung juga memiliki sakit kanker yang tidak ada obatnya, saya kasih coba memakai minyak ini lalu ada recovery dan saya dengar sekarang sudah sembuh. Lalu ada teman yang mengusulkan untuk menjualnya. Saya saat itu agak tidak terlalu rela karena ini dapat dari sebuah pencarian dan dapatnya gratis. Rasanya kalau dijual itu tidak baik. Tapi di suatu pemikiran, sesuatu yang gratis itu tidak dihargai dan mencoba menjualnya," Bambang melanjutkan pernyataannya.


Dan pada tahun 2012, beliau melakukan  eksperimen kembali untuk mengembangkan minyak ini dikarenakan saat itu yang sekarang disebut minyak kutus kutus baunya tidak enak, membuat kotor dan lengket. " Pokoknya yang pertama saat itu minyaknya tidak enak. Dikonsumsi dan digunakan banyak orang tidak nyaman. Kini khasiatnya tetap sama, tetapi menyenangkan atau nyaman orang lain, aromanya enak dan tidak lengket, dsb. Secara tekhnik enak dipakai. Baru pada tahun 2013 diproduksi masal." Jelasnya.


Asal kata minyak kutus kutus, diperoleh Bambang saat beliau berada di Pura Tampak Siring. "Disana saya dapatkan nama kutus kutus. Di tahun 2013 itu kita produksi awal hanya 500 botol dengan packaging yang tidak menyenangkan karena sayaau pakai gampangnya pakai botol kaca seperti botol jin kalau digosok keluar jin", ucap Bambang sambil tertawa kecil mengisahkan awal mula produksi minyak kutus.


Seiring berjalannya waktu, packaging dibuat lebih menarik dan memiliki nilai jual. Selain itu dilakukan promosi-promosi lewat medsos seperti Facebook, sehingga masyarakat mudah mengenalnya dan membelinya untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita. Dan dengan semakin meningkatnya produksi minyak kutus kutus, Bambang menunjuk temannya menjadi distributor utamanya dan untuk meracik ulang minyak tersebut.


Pada tanggal 15 juli 2016 mereka melaunching minyaknya. Bambang mengumpulkan reseller di seluruh daerah di Indonesia pada 28 juli 2016 dan penjualannya di take over oleh PT Tamba Waras ( perusahaan yang memproduksi minyak kutus kutus ). Sejak sat itulah penjualannya melejit dan bertambah setiap tahunnya hingga sekarang.


Minyak kutus kutus dapat digunakan oleh semua usia. Manfaat minyak kutus kutus dapat dirasakan oleh semua penggunanya dengan cara membalurkannya di punggung atau di bagian tubuh yang sakit.



0 comentários: